Ada Rahasia ‘Reaksi Kimia’ di Balik Makanan Microwave

Screenshot_159SEDERHANA saja, umumnya kita sepakat kalau makanan microwave tidak enak serta cuma menghabis-habiskan daya listrik untuk memanaskannya. Kenapa sekian? BBC Future mengulasnya.

” Lasagna Sayur Nikmat ” tertulis meliuk-liuk di sampul makanan microwave yang baru saya beli. Saya segera memikirkan beragam cita rasa yang juga akan lumer di lidah waktu menelannya. Terlebih di gambar tampak lasagna ini miliki saus yang melimpah, topping saus susu yang mengundang selera serta diperlengkapi lelehan keju.
Saya juga segera memanaskannya di microwave. Tetapi, akhirnya diluar keinginan. Penampilannya tidak seperti di photo. Kejunya nyatanya teramat lumer seperti minyak, saus susu menggumpal, sesaat pastanya agak keras seperti karet.
Kita semuanya tentu sempat rasakan makanan microwave yg tidak enak. Walau demikian, buat makanan microwave nyatanya perlu sistem yang rumit serta sains tingkat tinggi, bahkan juga tehnik menawan yang dipelopori restoran peraih bintang Michelin.

Membedah rasa makanan microwave, kita butuh mengetahui reaksi kimia Maillard. Diketemukan pertama kalinya oleh ilmuwan Prancis, Louis-Camille Maillard, pada th. 1912, Maillard yaitu reaksi kimia yang seringkali dipraktikkan di bumi. Reaksi ini berlangsung di juta-an dapur didunia sehari-harinya.

Maillard yaitu reaksi pencampuran pada amino acid serta gula yang lalu dipanaskan. Makanan juga akan beralih warna jadi lebih cokelat serta merasa enak.

Reaksi Maillard berikut yang buat kopi miliki cita rasa manis, serta nuansa rasa karamel pada bir. Aroma menggugah dari roti, kerupuk, bawang goreng, daging bakar, biskuit serta masakan yang lain, juga keluar karna reaksi ini.

Karna argumen ini pulalah bumbu-bumbu masakan umumnya digoreng atau di rebus dahulu sebelumnya dipakai.

” Reaksi kimia yang berlangsung sangatlah kompleks, ” kata Steve Elmore, pakar rasa dari Kampus Reading. Semua tergantung pada protein serta gula yang ikut serta.

Akhirnya, ada beberapa ribu peluang product sambilan. Umpamanya, amino acid dengan kandungan nitrogen tinggi, juga akan hasilkan makanan dengan rasa kacang yang kuat. Bila tidak, makanan semakin lebih berbau seperti belerang serta bawang.

Problemnya, reaksi Maillard tidak dapat berlangsung bila makanan sangat basah. ” Kentang mentah, umpamanya, mempunyai kandungan air sampai 80%, ” ungkap Elmore.